Berkunjung ke Wisata Mangrove di Belawan
Mungkin banyak dari kita yang masih belum tahu dan familiar mengenai tempat wisata yang satu ini. Berkendara sekitar 45 menit dari pusat kota Medan. Terletak di ujung kota, tepatnya di Pulau Sicanang Belawan, kalian akan menemukan satu tempat wisata edukasi yang menarik untuk dikunjungi yaitu Ekowisata Mangrove Belawan Sicanang.
Saat memasuki tempat wisata, kita akan disuguhi langsung pemandangan tumbuhan batang mangrove yang merambat. Cuaca panas yang terik tadi pun berkurang karena adanya tumbuhan ini. Beberapa warga sekitar juga terlihat menghabiskan waktu mereka disana. Ada yang memancing, ada yang sekedar duduk berteduh menikmati suasana sekitar.
Tidak perlu khawatir kebingungan untuk menemukan lokasi, karena lokasi cukup mudah untuk diakses. Ditambah lagi beberapa plang petunjuk jalan yang sangat membantu. Hanya saja jalan menuju ke Wisata Hutan Mangrove tidak selebar jalan pada umumnya karena berdampingan dengan perumahan warga sekitar.
Pertama kali tiba, saya disambut dengan sekumpulan anak-anak yang sedang bermain tepat di depan pintu masuk gapura. Cukup mengeluarkan dana sekitar 10ribu rupiah perorang dan sudah termasuk biaya parkir, kita sudah dapat menikmati keindahan hutan mangrove di dalam. Udara di daerah pesisir cukup terik dan panas, disarankan untuk tetap menggunakan sun screen, topi ataupun kacamata sebagai pelindung dari sinar matahari.
Apa Itu Hutan Mangrove ?
Hutan mangrove sendiri merupakan tanaman yang tumbuh di air payau. Tanaman ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem daerah pesisir. Hutan mangrove tercipta dari adanya pengaruh pasang-surut air laut. .
Keberadaan hutan mangrove sangat berperan besar dalam melindungi kawasan sekitar dari erosi ataupun gelombang arus air laut. Selain itu batang tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber kayu untuk rumah ataupun perangkap ikan.
Tidak Begitu Populer
Sangat disayangkan Ekowisata Hutan Mangrove ini tidak sepopuler tempat wisata pada umumnya. Kurangnya sosialisasi dan edukasi mengenai keberadaan hutan mangrove itu sendiri juga menjadi PR bagi pemerintah setempat. Padahal potensi ekowisata hutan mangrove ini cukup tinggi dalam membantu perekonomian warga sekitar.
Banyak spot yang menarik dan edukatif di dalam kawasan hutan mangrove Belawan Sicanang ini. Namun kurangnya perhatian pada fasilitas setempat membuat tempat wisata ini terlihat kurang terawat dengan baik. Hal ini tampak dari banyaknya kayu-kayu jembatan yang sudah terlihat rusak bahkan berlubang. Tentu ini membahayakan bagi pengunjung terutama bagi anak-anak.
Semoga kedepannya Ekowisata Mangrove mendapat perhatian lebih dari pemerintah sehingga seluruh fasilitas yang rusak dapat diganti ataupun diperbaiki. Sehingga pengunjung merasa nyaman dan aman. Dan semoga ekowisata mangrove ini juga dapat menjadi wisata edukatif dan favorit bagi masyarakat kota Medan.


Comments
Post a Comment